Babinsa Hadiri Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Program Kemensos

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-(HPN)- Bansos 2023, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan dalam bentuk bedah rumah.

Salah satu masyarakat penerima manfaat dari program ini yakni Mbah Sainem (93) warga Dusun 6 Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.

Tentu, hal yang di dambakan sejak sekian lama memiliki rumah yang layak huni kini sudah di depan mata, ketika Babinsa bersama Sekcam Suparman, Spd, Kades Rantau Fajar Durrahman beserta perangkat dan warga masyarakat melakukan peletakan batu pertama dilanjutkan dengan pembangunan rumah milik Mbah Sainem, Rabu (7/6/2023).

Kades Rantau Fajar Durrahman menyampaikan bahwa dipilihnya rumah Mbah Sainem sebagai sasaran bedah rumah sangat tepat karena sesuai dengan juknis surat edaran dari Kemensos.

Baca Juga :  Peringati Hari Juang TNI-AD, Kodim 0429/Lamtim Gelar Ziarah Rombongan, Bhaksos Dan Do'a Bersama

“Berdasarkan surat dari Kementerian Sosial nomor 60/3/BS.01.02/9/2022 yakni tentang petunjuk teknis program Rumah Sosial Terpadu (RST) diantaranya lantai rumah terbuat dari tanah, papan bambu, bahkan semen atau mungkin keramik dalam kondisi yang kurang baik”,

“Termasuk rumah yang memiliki dinding atau atap yang dapat membahayakan penghuninya, tidak memiliki tempat mandi cuci kakus (MCK). Kalaupun ada tetapi sudah tidak layak serta luas tanah kurang dari 7,2 meter persegi”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Babinsa Serda Rudi Wihantoro sangat mendukung dengan adanya program ini sebagai upaya pemerintah dalam rangka pemerataan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga :  Kesenian Reog Ponorogo Dan Pencak Silat Meriahkan Penutupan TMMD 117 Kodim 0429/Lamtim

Untuk diketahui, adapun pagu bedah rumah senilai Rp20 juta terdiri atas pembelian bahan bangun senilai Rp17,5 juta dan upah tukang Rp2,5 juta. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Dana ini diberikan secara utuh kepada masyarakat yang berhak menerima tanpa ada potongan sedikit pun.

Harapannya, jumlah rumah yang layak huni di dalam negeri bisa meningkat menjadi 74 persen pada 2024. Selain itu, program bantuan renovasi rumah 2023 ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di berbagai daerah di Indonesia. (Red)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum