Kemunculan Dua Unit Kendaraan Puskesmas Keliling Tidak Diketahui Pejabat Lampung Timur?

| ๐•ฟ๐–Š๐–—๐–Ž๐–’๐–†๐–๐–†๐–˜๐–Ž๐– ๐•ต๐–†๐–‰๐–Ž ๐•ป๐–Š๐–’๐–‡๐–†๐–ˆ๐–† ๐•พ๐–Š๐–™๐–Ž๐–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com-Ditemukan 2 unit kendaraan bermotor roda empat merek VVT-i (Variabel Valve Timing with intelligence) berwarna putih sedang diparkir didepan kompleks pusat perbelanjaan Sukadana Kabupaten Lampung Timur tepatnya dipinggir Jl. Soekarno-Hatta Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana pada Selasa, 11 November 2025 tadi siang.

Kedua unit ranmor Pusling bernomor registrasi B2887XDT dan B2204XBT tersebut dikemudikan oleh Indra dan Ali. Mereka berdua sedang istirahat duduk santai di trotoar sembari menikmati minuman air kelapa muda dibawah rindang pohon Ketapang.

Terlihat body kedua unit ranmor tersebut dalam kondisi baru masih mulus dan disekeliling terdapat tulisan Puskesmas Keliling pada bagian depan, belakang, samping kiri dan kanan.

Di pintu depan terdapat logo Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dengan tulisan Lampung Timur dan di pintu belakang bagian bawah terdapat tulisan Dinas Kesehatan Kab. Lampung Timur TA. 2025, semua tulisan ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

Pengambilan gambar 2 unit randis itu diizinkan, namun kedua orang sopir itu tak bersedia diambil gambarnya. Lalu kedua sopir dimintai keterangan oleh Wartawan media halopaginews.

Tujuan pengambilan gambar kedua unit ranmor Pusling tersebut dijelaskan kepada kedua sopir tersebut, yang mana untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur

Baca Juga :  Berikut Nomor Paslon Bupati dan Wabup Lamtim

“Kami sopir freelance, mobil sudah lama ada sekitar satu tahun, ada panggilan kami datang, kalau tidak ada kami nunggu” ungkap Ali diamini oleh Indra rekannya pada Selasa, 11 November 2025 sekitar jam 10.30 WIB.

Pengakuan mereka masing-masing, Indra berasal dari Ranau Propinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang berdomisili di wilayah Natar Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung.

Sedangkan Ali berasal dari wilayah Desa Selabung Ogan Komering Ulu (OKU) Propinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dengan tempat erdomisili di Cilengsi Kota Bogor Propinsi Jawa Barat (Jabar).

Setelah diamati, sepertinya kedua sopir itu untuk yang pertamakali masuk wilayah Lampung Timur sebab mereka sempat menanyakan arah jalan ke Metro, Bandar Lampung, Gunung Sugih, Bakauheni dan ke Panjang.

Sehabis menikmati minuman air kelapa muda, kedua sopir Pusling tersebut membayar minuman kelapa muda yang mereka minum masing-masing kepada pedagang namun mereka belum beranjak pergi setelah Wartawan media halopaginews meninggalkan mereka.

Hingga berita ini dikirimkan, Suparjo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur telah berulangkali dihubungi untuk dimintai keterangan pada jam 11.00 WIB namun tidak memberikan respon baik ditelpon, pesan suara maupun WhatsApp.

Begitu juga dengan Ella Siti Nuryamah Bupati Kabupaten Lampung Timur belum juga memberikan keterangan setelah diminta keterangan melalui WhatsApp terkait kedua kendaraan Pusling tersebut.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Kantor Subdenpom Lampung Tengah

Seorang sopir ambulan Puskesmas di Kabupaten Lampung Timur tidak mengetahui kedua Pusling itu melainkan ia melihat di Dinas Kesehatan Lampung Timur terdapat mobil ambulan merek Inova berplat merah.

“Itu yang Saya nggak tau, bahkan saya ngeliat kemarin ada mobil Inova baru mobil ambulan itu Inova plat sini plat Timur kayaknya yang megang masih di Dinas,” kata sopir ambulan Puskesmas tersebut pada pukul 14.15 WIB.

Apakah di Dinas Kesehatan Lampung Timur juga terdapat kendaraan yang masih menggunakan plat uji coba atau inreyen selain ambulance merek Inova tersebut.

“Nggak ada, dia udah plat merah, kalau masih inreyen plat B itu pengadaan pusat pakai dana APBN, tapi di Puskesmas tempat saya juga nggak ada, bisa diusut itu,” imbuhnya.

Bahkan terdapat 3 dari 36 Korwil UPTD Kesehatan Puskesmas se-Kabupaten Lampung Timur tidak mengetahui tentang 2 unit kendaraan Pusling Diskes Lamtim tersebut.

Apabila pengadaan kedua kendaraan Pusling tersebut telah berlangsung sekitar setahun seharusnya telah diserahterimakan oleh Kementerian Kesehatan ke Pemerintah Propinsi Lampung untuk diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.(Ropian Kunang)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum