Peringati 40 Hari Wafatnya Buchari Bin Kasim, Keluarga Amir Paisol Gelar Tahlilan Dan Tausiyah

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Empat puluh hari telah berlalu sejak wafatnya almarhum Buchari bin Muhammad Kasim, ayahanda Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Lampung Timur, Amir Paisol, S.H. Namun, kepergian sosok orang tua tercinta tidak serta-merta menghapus kenangan, kasih sayang, serta nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskannya kepada keluarga.

Peringatan 40 hari wafatnya almarhum yang diisi dengan doa bersama dan tausiyah pada Sabtu malam (31/10/2026) menjadi momentum penuh makna bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang hadir. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang almarhum, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat keimanan dan mengambil pelajaran dari kehidupan.

Acara tahlilan dan doa bersama ini semakin khidmat dengan kehadiran Mubalig Muda Lampung Timur, Dr. KH. M. Muslih, S.H.I., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah, Kecamatan Way Bungur, yang hadir untuk ikut bertakziah sekaligus memberikan tausiyah keagamaan.

Dalam ceramahnya, Dr. KH. M. Muslih menyampaikan materi mendalam mengenai perjalanan kehidupan di alam barzah (alam kubur).

Dengan gaya komunikatif dan humoris yang menjadi ciri khas ulama NU, Muslih menyampaikan perjalanan seorang yang wafat meninggalkan alam dunia menuju alam barzah. Ia menegaskan bahwa tahapan-tahapan perjalanan di alam barzah membutuhkan doa dari para ahli waris pada khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 411-14/PR Gotong Royong Susun Bronjong Jembatan Gantung Way Seputih

Pengasuh Ponpes Darul Fattah Way Bungur tersebut juga mengajak masyarakat untuk melakukan tiga amalan ibadah yang mudah namun berdampak luar biasa, yakni bertakziah, menjenguk orang sakit, dan bergembira dengan lahirnya seorang bayi. Menurutnya, tiga amalan ini sangat berpengaruh dalam menjaga kesehatan, memperpanjang umur, dan membuat kehidupan dunia menjadi bahagia.

Melalui pesan keagamaan tersebut, masyarakat yang hadir diajak untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan baik antarsesama, menghormati orang tua, serta meningkatkan kepedulian sosial, mengingat harta dan jabatan di dunia hanyalah titipan semata.

Suasana haru dan khusyuk semakin terasa ketika sesi doa bersama dilangsungkan. Seluruh undangan yang hadir dengan tulus memanjatkan doa bersama, memohonkan ampunan dan rahmat bagi almarhum. Rangkaian doa dari para jemaah dan keluarga yang ditinggalkan merupakan salah satu amal jariyah serta wujud kecintaan yang terus mengalir bagi seseorang yang telah mendahului.

Baca Juga :  Tim Wasev Mabesad Kunjungi TMMD Kodim 0429/Lamtim

Bagi Amir Paisol, S.H. dan keluarga, peringatan ini tentu menjadi momen emosional sekaligus penguat hati. Meski raga telah tiada, nasihat, perjuangan, kasih sayang, dan keteladanan seorang ayah akan tetap hidup dalam ingatan serta menjadi warisan berharga bagi keluarga.

Lebih dari sekadar tradisi memperingati 40 hari wafatnya seseorang, kegiatan doa bersama ini diharapkan mampu memberikan nilai edukasi spiritual yang mendalam bagi masyarakat, bahwa mengingat kematian adalah pengingat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbanyak amal saleh.

Acara ditutup dengan doa yang dipanjatkan untuk almarhum Buchari bin Muhammad Kasim. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan, menerima amal ibadah, melapangkan alam kubur, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam melanjutkan kehidupan.
Aamiin Ya Rabbal Alamin. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca