Izin Mati, Kandang Ayam Nekat Beroperasi

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

RIAU (ROKAN HILIR), Halopaginews.com – Emak-emak serempak, itulah sebutan warga yang terdiri dari mayoritas emak emak dari Kepenghuluan Bangko Jaya, RT/01, RW/01, Dusun Sepakat, Gang Sempurna KM 12 Balam, yang mana menggelar unjuk rasa kepada salah seorang pengusaha kandang ayam boiler, serta mengancam akan membakar kandang tersebut. Jum’at (10/5/19).

Sebut saja Nani (43), kepada awak media ia mengatakan, bahwa meja makan dirumah sudah dibersihkan setiap hari tapi tetap banyak kerumunan lalat, semua peralatan makan, minum dirumah itu semua dikerumunin lalat, dan sudah menahun mereka rasakan.

“Setiap habis didemo gak ada lalat, tiga bulan waktu itu, kami tidak permasalahkan usaha mereka, asal usaha mereka ini tidak mengganggu, terutama lalatnya itu, ini balik lagi lalatnya banyak,” keluh kesalnya.

Pasalnya, unjuk rasa itu lantaran warga sudah geram dan kesal, setiap hari mencium bau busuk yang berasal dari kotoran ayam milik peternak ayam potong tersebut, sebab lokasi itu sangat dekat dengan pemukiman warga, ditambah lagi lalat yang semakin banyak berkembang biak.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Kukuhkan 66 Anggota Paskibraka

Hal senada dikatakan Siagian, yang juga Warga Gang Sempurna menambahkan, kejadian ini sudah kedelapan kalinya masyarakat melakukan unjuk rasa terkait bau kotoran ternak ayam, dan lalat yang semakin banyak dirumah rumah warga.

“Kami maunya ini ternak ayam ditutup saja, karena sudah tidak tahan lagi kami menanggung beban, sehari harinya kami harus makan, minum, dan tidur dikerumuni lalat,” tegasnya.

Saat awak media mengkonfirmasi kepada pemilik usaha tersebut, hanya mendapatkan jawaban “Saya Lagi Pusing.” singkat Edi Marganda Tua Siregar kepada wartawan.

Menanggapi persoalan warga yang sudah resah akibat wabah lalat yang ditimbulkan dari Ternak Ayam itu, Penghulu Bangko Jaya Ratna menuturkan, selama ini sudah berupaya melakukan mediasi dan juga arahan kepada peternak ayam potong tersebut. Namun tidak pernah diindahkan.

“Menurut saya pengusaha ini tidak mengerti bahasa, dan sudah kita jelaskan juga, beserta pihak pihak terkait, namun tidak digubris oleh pihak pengusaha, sekarang warga semakin berang, ya kita pasti berada dipihak warga yang merasa terzolimi,” ujarnya. Jumat (10/5).

Baca Juga :  PKS PT BSS Kembali Jalani Sanksi Administratif Ke-6

Ditambahkan penghulu, bahwa ia tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk berdirinya kandang ayam potong yang sekarang berdiri diwilayahnya itu, padahal informasi yang didapat bahwa ijin dari Kecamatan setempat sudah lama dibekukan.

Untuk itu warga meminta tegas agar usaha kandang ayam itu ditutup saja, kalau tidak pindahkan yang jauh dari pemukiman warga, jika masih membangkang kami tidak segan untuk mengerahkan massa lebih banyak lagi, dan mengancam akan membakar kandang ayam itu.

Setelah itu massa membubarkan diri setelah adanya kesepakatan yang disaksikan oleh pihak kepenghuluan, disebutkan pada hari Senin (13/05/19), akan ada mediasi lanjutan di Gedung MDA Gang Sempurna km 12 Balam, sekaligus menjadi toleransi yang terakhir dari masyarakat.(Taufik Saragih)

Dilaporkan oleh : Redaksi Halopaginews