Pesta Banjir Ala Kampung Sawah Kota Metro

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Metro (HPN) – Menjelang pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, banjir melanda Kampung Sawah, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, sehingga menyebabkan ratusan warga gagal melakukan aktifitasnya. Selasa (31/12/19) malam.

Menurut salah satu warga yang terkena banjir, Eko menjelaskan, bahwa banjir tersebut disebabkan atas kurangnya kedalaman aliran air (Setier), bahkan endapan lumpur dan kotoran sampah yang menumpuk sehingga membuat Setier menjadi lebih dangkal, sejatinya mampu menampung air jika terjadi hujan deras, tetapi setier saat ini tak mampu lagi untuk menahan volume air hujan lebat, maka air selalu meluap hingga ke pemukiman warga Kecamatan Metro pusat khususnya.

“Banjir seperti ini akan terus menerus terjadi selama musim hujan seperti sekarang ini, bila Dinas terkait tidak cepat bergerak untuk melakukan pendalaman setier aliran air, maka wilayah Kampung Sawah akan selalu tergenang air saat turun hujan lebat, contoh nya seperti sekarang ini, bisa dilihat sendiri.” keluh Eko saat di temui tim halopaginews.com di lokasi banjir.

Baca Juga :  Pendapatan Gudang Cabe Zoro Sport Metro Merosot

Selain itu, menurut hasil tim liputan halopaginews melihat masih ada puluhan rumah yang terendam banjir, disertai banyak peralatan rumah tangga rusak akibat air yang masuk hingga kedalam rumah.

Ditempat terpisah, yang tidak jauh dari kediaman Eko, hal serupa juga disampaikan oleh salah satu warga korban banjir, Herman (bare), bahwasannya ia sangat menyayangkan kinerja Dinas terkait yang dinilai kurang sigap, meskipun pernah Dinas meninjau lokasi yang dianggap rawan banjir, tetapi hanya mengecek saja tidak ada gerakan untuk mendalami aliran air tersebut. Sedangkan lokasi banjir saat ini sudah sering terjadi dikala hujan lebat pasti air akan meluap ke pemukiman warga, sehingga warga merasa banyak kerugian karena alat-alat rumah tangga sering mengalami kerusakan jika terendam banjir.

Baca Juga :  Gugatan Soal Berita Wartawan Memasuki Sidang ke-7

Adapun terdapat 3 titik lokasi banjir yang berhasil dihimpun. Meliputi, Kampung Sawah, Bambu Kuning dan Jalan Tanjung Metro Pusat, Kota metro, Provinsi Lampung

Sementara itu, Anton selaku warga sekitar turut menambahkan, jika banjir datang, ia dan warga lain harus membersihkan sisa-sisa sampah kayu, kursi, alat rumah tangga yang hanyut oleh air menggunakan alat seadanya, dan ia berharap, agar Dinas terkait dapat membantu warga untuk memberikan Obat-obatan ke lokasi banjir, supaya dapat mencegah terjadinya penyakit gatal-gatal dan lain-lain. (Samsul)

Dilaporkan oleh : Redaksi Halopaginews