Rp2,35 M Aset Bumakam PT TBMB Kemana Ya?

0
220
Foto: Dok. Istimewa.

Tulang Bawang (HPN) – Terkait kejelasan aset Badan Usaha Bersama Kampung (Bumakam) PT Tulang Bawang Maju Bersama (TBMB), terus dipertanyakan oleh sejumlah masyarakat Kabupaten Tulang Bawang.

Diketahui, Aset Bumakam PT TBMB milik 47 Kampung tersebut, menaungi 4 Kecamatan yakni, Kecamatan Banjar Agung, Banjar Baru, Banjar Margo, dan Kecamatan Penawar Tama dengan modal awal berkisar Rp2,35 Miliar, yang tidak jelas keberadaanya.

“Aset Bumakam PT TBMB itu saat ini tidak diketahui keberadaannya. Kantornya sudah tidak ada lagi. Jadi sudah tidak ada aktifitas oleh pengurus Bumakam TBMB,” terang A Widodo, warga Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung. Senin (10/08/2020).

Pihaknya mempertanyakan tentang kejelasan aset Bumakam yang diambil dari Dana (DD) pada tahun 2016 di 47 Kampung 4 Kecamatan tersebut.

Baca Juga :  BPOM Tuba Sidak ke Sejumlah Pasar

“Ini uang rakyat pada 47 Kampung. Jangan seolah-olah tidak ada masalah. Modal dasarnya mencapai Rp2,35 miliar, bukan uang sedikit. Pemkab Tulang Bawang harus serius menindak lanjuti hal ini,” jelasnya.

Widodo menambahkan, Bumkam PT TBMB hanya efektif pada tahun 2017, di mana saat itu masing-masing kampung memperoleh keuntungan Rp3 juta dari modal dasar Rp50 juta.

“Selanjutnya hingga saat ini tahun 2020, tidak ada kejelasan perkembangan usahanya. Tidak jelas apakah untung atau rugi. Tidak ada kejelasan bagaimana modal dasarnya,” katanya.

Bahkan, sejumlah Kepala Kampung pada 47 Kampung yang ikut dalam penyertaan modal Bumakam juga mengaku tidak mengetahui perkembangan dari Direktur dan Komisaris PT TBMB.

“Pengelolaan keuangan Bumakam PT TBMB tidak transaparan. Bahkan kami (pemilik saham) sudah beberapa kali meminta ADRT dari Bumakam itu tapi tidak diberikan. Kami juga meminta untuk secepatnya dilakukan rapat bersama pengurus dan kKomisaris, namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan,” ucap salah satu Kepala Kampung.

Baca Juga :  Satsabhara Polres Tuba Blue Light Patrol

Sementara Direktur utama Bumakam PT TBMB, Eko Suprayitno, hingga berita ini diterbitkan masih belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan ini. Dihubungi via ponsel, nomornya dalam keadaan tidak aktif.

Diketahui sebelumnya, Bumakam TBMB itu dibentuk bertujuan sebagai usaha bergerak untuk meningkatkan pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan masyarakat. Sehingga, terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Adapun pendirian Bumakam adalah bertujuan untuk menyelaraskan program dari Pemerintah Pusat, dalam mengelola dana desa untuk menopang ekonomi kreatif, kemandirian, dan penguatan ekonomi kerakyatan. (AW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here