Bupati Bangka Kunker di Pemkab Way Kanan

0
96
Foto: Dok.pim

Way Kanan (HPN) – Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung beserta rombongan diRuang Rapat Utama Pemkab setempat. Selasa (15/12/2020).

Turut hadir, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kussarwono, Kepala Bappeda Rudi Joko Kurnianto, Kadis Indag Arifin, Kadis PMPTSP, Kadis Lingkungan Hidup Dwi Handoyo Retno, Kadis PU Romi Feizal, Kadis Koperasi Edwin Bavur, dan Kasat Pol PP. Nuryadin Ali Mustofa serta Pimpinan PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI).

Mengawali sambutannya Bupati Adipati menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, mengucapkan selamat datang kepada Bupati Bangka bapak Mulkan beserta rombongan di Kabupaten Way Kanan Bumi Ramik Ragom.

Bupati Raden Adipati Surya, juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Bangka untuk berkunjung ke Kabupaten Way Kanan.

“Mudah-mudahan melalui silaturahmi kita pada hari ini akan menambah pemahaman kita khususnya sektor Perkebunan Tebu,dalam rangka pengembangan perkebunan tersebut baik di Kabupaten Bangka maupun di Kabupaten Way Kanan.” ucap Bupati.

Adipati menjelaskan, secara singkat tentang Kabupaten Way Kanan, dimana Kabupaten Way Kanan adalah merupakan salah satu dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, yang dibentuk berdasarkan Undang Undang No.12 Tahun 1999 tanggal 20 April 1999, memiliki luas wilayah 3.921,63 km2 atau sebesar 11,11 % dari luas Provinsi Lampung. Dengan Jumlah penduduk 2019 berjumlah 450.109 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,89%,dengan Tingkat Kemiskinan yang terus menurun saat ini 13,07% dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 67,19.

Baca Juga :  Bupati Way Kanan Hadiri Paripurna DPRD Pengesahan RAPERDA Tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2020

Way Kanan memiliki Letak yang sangat strategis berada di jalur Lintas Tengah Sumatera didukung dengan keberadaan Bandara Gatot Subroto, Jalur Kereta Api, disebelah timur berpotensi berkembang sebagai Kawasan pertumbuhan baru dengan memanfaatkan keberadaan Jalur Tol Trans Sumatera.

PDRB ADHB Kabupaten Way Kanan tahun 2019 sebesar Rp.14,123 trilyun, dan laju pertumbuhan sebesar 5,19%, dengan kontribusi PDRB didominasi oleh sektor pertanian sebesar 35,24%, disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 23,06% dan sektor perdagangan sebesar 9,96%.

“Hampir semua produk pertanian ada di Way Kanan, dengan beberapa komoditas memiliki kontribusi yang cukup besar seperti Padi, Singkong, Jagung dan lain-lain, yang didukung keberadaan daerah Irigasi Komering dan Daerah Irigasi Way Umpu. Sedangkan Sektor perkebunan yaitu didukung beberapa komoditas seperti Karet, sawit, kopi, lada, tebu dll. Disamping juga sektor peternakan yang terus berkembang.” jelas Bupati.

Bupati Adipati juga mengatakan,khusus sentra Perkebunan Tebu di Kabupaten Way Kanan terdapat di 5 Kecamatan, yaitu Kecamatan Negara Batin, Negeri Besar, Pakuan Ratu, Bahuga dan Blambangan Umpu dengan Total Luas 20.971,3 Hektar. Dengan rincian Lahan inti 9.500, KSO/Kerjasama antara Perusahaan dan petani 1.128,38 Hektar, Mandiri 10.348,92 hektar dengan rata-rata produksi 80 ton/hektar. Dengan adanya Pabrik Gula investasi di sektor perkebunan merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi yang diharapkan menghasilkan dampak berantai bagi pertumbuhan sosial, ekonomi dan ekologi dalam masyarakat. Investasi mendorong tumbuhnya sektor-sektor usaha, seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, dan pada akhirnya produktivitas regional maupun nasional.

Baca Juga :  Edward Antony Jabat Ketua DPC PSI 1922 Way Kanan

“Adapun bantuan Pemerintah dalam rangka meningkatkan Produktivitas Gula di Kabupaten Way Kanan dalam bentuk Program dan Kegiatan Intensifikasi maupun Ekstensifikasi Tanaman Tebu berupa pengadaan Alsintan, Pupuk, Obat-obatan, dan Perluasan Lahan Baru.
Upaya pemerintah tersebut didukung melalui dana APBD dan APBN untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tebu berupa kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi tersebut.

“Pelaksanaan intensifikasi dilakukan dengan kegiatan bongkar ratoon dan rawat ratoon, sedangkan pelaksanaan ekstensifikasi dilakukan dengan kegiatan perluasan pengembangan tebu pada lahan baru. Untuk mengatasi kelangkaan/sulitnya tenaga kerja dan upaya menurunkan biaya pokok produksi petani serta upaya meningkatkan produksi, pemerintah membantu sarana mekanisasi berupa alat dan mesin.” tutup Bupati Adipati. (Z/Rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here