Peternak Ayam Boiler Keluhkan Pembakaran Tebu

0
194

Tulang Bawang (HPN) – Aktivitas pembakaran tebu yang dilakukan oleh PT. Sweet Indo Lampung (SIL), setiap melakukan penebangan, menjadi dampak polusi terhadap lingkungan, bukan saja bagi manusia, melainkan menjadi racun terhadap hewan ternak ayam boiler.

Kejadian tersebut telah dirasakan oleh seluruh peternak, yang memiliki kandang ayam broiler di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang.

Dituturkan Warga Kecamatan Menggala, salah satu pemilik kandang ayam broiler, Pendi (35) mengatakan, bahwa debu hasil pembakaran tebu yang dilakukan oleh PT SIL, menjadi masalah bagi mereka. Sebab, debu tersebut menjadi racun bagi ayam-ayam ternak.

”Setiap PT SIL, melakukan pembakaran tebu, banyak menimbulkan debu, karena saat pembakaran hingga berterbangan kemana-mana, terlebih masuk kerumah warga, dan kekandang ayam boiler, apabila debu pembakaran masuk kedalam pake air minum ayam, dan diminum, dapat menyebabkan badan menjadi lumpuh hingga mati ribuan ayam, bagaimana kami mendapakan untung, terkadang sebagian bisa mati,” keluhnya. Jumat (16/8/19).u

Baca Juga :  Bupati Winarti Siap Keliling, Demi Meraih Adipura

Bukan hanya debu yang menjadi pokok masalah, sambung Pendi, masyarakat Tulangbawang saat ini sedang mengalami cuaca musim kemarau, dirasakan lebih panas dari biasanya, diduga oleh pembakaran tebu PT SIL.

”Selama ini, masyarakat Tulangbawang belum mengetahui, kenapa di beberapa Kecamatan mengalami kekeringan, lebih cepat, setelah dilakukan perbandingan dengan Kecamatan yang lain, ternyata Kampung yang berdekatan dengan lokasi PT SIL lebih panas, dampak dari pembakaran tebu yang begitu panas, karena luas wilayah PT SIL yang dibakar kurang lebih seluas 16 ribu Hektar, dan juga menyebabkan perubahan terhadap air sumur, dapat menyebabkan batuk pilek, sesak napas, minum air sumur yang banyak mengandung asam, akibat pemanasan bumi,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Ikuti Sosialisasi PLN UP3 Kota Bumi

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat terhadap dampak pembakaran tebu, karena diketahu sudah berlangsung hingga puluhan tahun.

”Kami mengharapkan Pemerintah Daerah, mengambil sikap tegas terhadap PT SIL, bukan hanya mengatakan, debu pembakaran tebu sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, tapi dampak lainnya jangan hanya memikirkan untung dan rugi memiliki investor, tapi pikirkan juga kesehatan bagi masyarakat,” harap Pendi.(Rls/aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here