Foto, Humas Kodim Lamtim
Foto, Humas Kodim Lamtim

Lampung Timur,-(HPN)- Serangan hama tikus akhir-akhir ini semakin meluas dibeberapa Kecamatan Sekabupaten Lampung Timur yang dampaknya sangat dirasakan oleh para petani.

Menyikapi hal tersebut, Babinsa Koramil 429-06/Purbolinggo Kodim 0429/Lamtim Sertu Kaswanto bersama Petani adakan gropyokan tikus, di Desa Taman Cari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (24/06/2021).

Dalam kegiatan gropyokan yang berlangsung selama 3 jam tersebut petani berhasil menangkap beberapa ekor tikus untuk dimusnahkan dengan maksud mengurangi populasi dan serangan.

“Tidak sedikit petani jagung di beberapa desa sekecamatan Purbolinggo yang merugi akibat serangan hama tikus,” ujar Sertu Kaswanto.

Menurutnya kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan dan rencana akan dilaksankana secara bergantian tiap desa.

“Meskipun menggunakan alat seadanya apa yang kami lakukan ini sebagai wujud pendampingan TNI kepada para petani, mudah-mudahan hari ini hasil tangkapan maksimal sehingga populasi hama tikus bisa berkurang, kedepan para petani yang akan menanam padi tidak dihantui lagi dengan hama tikus,”paparnya.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor Dibekuk Satlantas Polresta Balam

”Dengan kerja sama dan komunikasi ini juga semoga dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen padi di Desa Taman Cari,” pungkas Babinsa.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Penyuluhan Pertanian (UPTD BPP) Kecamatan Purbolinggo Sri Sutari menjelaskan bahwa, gerakan pengendalian (Gerdal) dilakukan untuk menekan populasi hama tikus.

“Dampak hama tikus ini sudah sangat luar biasa, bukan hanya di Kecamatan Purbolinggo saja akan tetapi sebagian besar petani di Kabupaten Lampung Timur turut terkena dampaknya, semoga dengan Gerdal yang kami lakukan perdesa secara bergilir bisa menekan populasi hama tikus,” terangnya.

Baca Juga :  Ikatan Dokter Indonesia,Bersama Pokdar Katimbmas, PWI Lamtim Gelar Swab Antigen Gratis

“Untuk di Kecamatan Purbolinggo sendiri ada 1326 Ha tanaman jagung, sementara yang terkena serangan hama tikus sekitar 38 Ha (ringan) dan 2 Ha (berat), untuk kategori ringan petani masih bisa memanen sedangkan untuk yang kategori berat yang tersisa hanya tongkol jagungnya saja,”jelasnya.

Masih dikatakanya,”dari beberapa desa yang sudah melaksankn gerdal hama ini, ada satu desa yang hasil tangkapanya tikusnya sangat sedikit dikarenakan para petani membuat rumah burung hantu ditengah sawah, selain tikus takut sebagian besar sudah dimakan oleh burung hantu, harapanya desa-desa lain mau meniru formula yang sederhana ini namun sangat bermanfaat bagi petani,” pungkas Sri Sutari. (Rilis/T/E)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here