Kronologi Korban Kekerasan Sebelum Didampingi Konselor Mengikuti Asesmen Psikolog Hingga Konseling

Foto, Bukti

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Seorang ibu rumah tangga bersuami warga Kecamatan Sukadana berinisial, AO (28) menjadi klien Asesmen Psikolog di RSUD Sukadana dan klien Konseling ditempat Praktik Psikologis Klinis (Azola Arcilia Fajuita) Kota Metro Propinsi Lampung belum lama ini.

Sebelumnya, mendekati tengah malam atau dinihari AO telah didatangi oleh AMK alias Khr (27) seorang lelaki berstatus beristri dan beranak satu sebagai tetangga sekaligus masih kerabat keluarga IJ suami AO.

Modusnya, AMK menelpon AO, dengan alasan untuk memberitahukan bahwa pintu dapur rumahnya AO yang di arah barat terbuka menganga tepatnya pada Senin, 13 Oktober 2025 pukul 23.36 WIB lalu.

“Beres nyetrika pakaian saya ngambil air minum, abis minum saya buka HP, rupanya ada 3 panggilan tak terjawab dari Khr (Pelaku),” ungkap AO.

Sewaktu AMK di telepon balik oleh AO, tepatnya pada pukul 23.37 WIB, AMK langsung menanyakan keberadaan IJ suami AO, berhubung AMK masih keluarga suaminya, maka AO dengan jujur mengatakan suaminya sedang kerja piket pada malam itu.

Foto, BB WhatsApp
Foto, BB WhatsApp

“Saya telpon balik, dia langsung nanyain dimana suami saya, sebenarnya saya berat mau bilang, tapi karena dia masih ada hubungan saudara dengan suaminya maka secara jujur saya bilang kalau suami saya nggak dirumah masih kerja,” tuturnya.

Sebenarnya, AMK mengetahui apabila IJ suami AO tidak berada dirumah sedang bekerja gilian piket malam sebab AMK juga satu profesi dengan IJ suami AO yaitu menjadi satuan pengaman (Satpam) di PT. GGP PG 4 Labuhan Ratu Lampung Timur.

Foto, Chatting WhatsApp
Foto, Chatting WhatsApp

Selanjutnya, AMK menyampaikan bahwa pintu dapur arah barat terbuka, lalu AO ke dapur melihat AMK telah berdiri diluar tepat didepan pintu yang menganga itu dengan suasana diluar gelap karena tak dipasang lampu.

“Saya ke dapur liat pintu yang terbuka itu, rupanya dia sudah berdiri diluar didepan pintu, kebetulan suasana diluar di pintu itu suasananya gelap karena nggak dipasang lampu, yang dipasang lampu hanya bagian didepan,” kata AO.

Tak sesuai logika, AMK minta agar diperkenankan masuk, alasannya akan membantu AO memeriksa barang-barang perabotan rumah tangga yang hilang, tapi berhubung IJ suaminya tak dirumah maka AO melarangnya masuk.

Baca Juga :  Imam Khanafi Pulang ke Sukadana Baru, Keluarga Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Lampung Timur
Foto, BB
Foto, BB

“Dia nawarin kalau dibolehin masuk ke ruang dapur untuk bantu meriksa barang-barang siapa tau ada yang hilang, karena suami nggak dirumah maka dia nggak saya bolehin masuk,” terangnya.

Akhirnya, pintu dapur ditutup dan dikunci oleh AO, namun AO merasa takut sebab AMK masih berada diluar duduk di teras belakang rumah arah selatan yang terdapat penerangan lampu.

“Setelah pintu saya kunci, malah dia nggak pulang masih diluar duduk di teras belakang rumah dekat pintu dapur (arah timur),” jelasnya.

Disinyalir, siasat AMK setelah dirinya tak diperbolehkan masuk ke ruang dapur oleh AO baru kemudian AMK berinisiatif untuk menghubungi IJ suami AO melalui handphone (HP) sebagai siasat.

Berhubung IJ suami AO tidak bisa dihubunginya melalui handphone, lalu AMK mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dengan cara berpura-pura menanyakan keberadaan IJ suami Korban.

“Dimana bang,” tanya AMK singkat kepada IJ suami AO pada Senin, 13 Oktober 2025 pukul 23.39 WIB.

Selanjutnya, AO menelpon AAN alias Aji adik kandungnya untuk minta ditemani sebab IJ suaminya tak dapat dihubungi dan Eko Azwar anak pamannya sedang di Labuhan, setibanya Aji dirumah AO kakaknya AMK tetap saja tidak mau pergi.

Bahkan tanpa ada rasa sungkan AMK memberanikan diri menanyakan kepada AO siapa lelaki yang datang sampai masuk kedalam rumah, lalu AO menjawab yang datang tersebut adalah AAN adiknya.

“Karena merasa takut saya nelpon suami tapi nggak diangkat, nelpon daing Eko lagi di Labuhan, terus nelpon adek minta ditemenin,” urainya.

Berhubung AMK tidak mau pergi, akhirnya AO menyuruh AAN adiknya menemani AMK diteras belakang rumah dan AO sempat menyeduh kopi untuk mereka berdua ngobrol diteras belakang rumah.

“Karena dia masih belum juga pergi, saya nyuruh adek nemenin dia ngobrol diteras belakang bahkan saya bikinin kopi untuk diaorang dua,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jum'at Curhat , Kapolres Lamtim Dengarkan Keluhan Masyarakat Kecamatan Sukadana

Sebelum beranjak pergi, AMK berpamitan kepada IJ suami AO melalui WhatsApp bahwa AAN adik ipar IJ suami AO sudah datang.

“Itu adek Ajinya udah di rumah, Koh..r pulang ya, soalnya besok masuk kerja,” ujar AMK kepada IJ suami AO melalui WhatsApp pada Selasa, 14 Oktober 2025 jam 00.42 WIB.

IJ suami AO pun membalas pesan yang disampaikan oleh AMK tersebut dalam kurun waktu sekitar 5 jam kemudian menjelang terbit fajar.

“Iya dek, makasih ya,” kata IJ suami AO kepada AMK melalui WhatsApp singkat pada Selasa, 14 Oktober 2025 jam 04.41 WIB.

Sewaktu AAN adik AO sedang tidur, terdengar suara handel pintu bagian samping (L) bergerak-gerak seperti ada orang yang dengan sengaja menggerak-gerakkan.

“Waktu tidur diruang L, saya dengar suara handel pintu bergerak-gerak seperti digerakkin orang, tapi setelah saya buka pintu nggak ada orang,” ungkap AAN.

Merasa kurang nyaman, akhirnya AAN menghubungi 2 orang temannya bernama Ridho dan Hendri dengan tujuan minta ditemani bermalam dirumah AO kakaknya.

“Merasa nggak nyaman, saya nelpon temen-temen minta temenin, karena kotor tanah becek abis ujan akhirnya motor diaorang ditarok diluar didepan pintu ruang L dikunci stang sampai siang,” papar adik AO.

Sebagai Ketua RT. 001 dilingkungannya seharusnya AMK mengajak masyarakat setempat setelah melihat pintu dapur rumah AO terbuka demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi IJ suami AO tidak dirumah sedang kerja giliran piket malam.

Apa maksud AMK menawarkan diri agar diperbolehkan masuk ke ruang dapur, dengan alasan akan membantu AO memeriksa barang-barang perabotan rumah tangga yang hilang, sementara AMK telah memasuki pekarangan tanpa izin bahkan pada waktu malam hari.

Sedangkan AMK mengetahui apabila IJ suami AO tidak ada dirumah sedang kerja piket malam, sehingga perihal tersebut disinyalir telah melanggar norma hukum Agama, hukum Adat dan ketentuan peraturan perundang-undangan atau hukum berlaku. (RK/TIM)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum