Pupuk Subsidi Jadi Pengecer Pupuk di Lampung Timur

Foto, Pupuk Subsidi Jadi Pengecer Pupuk di Lampung Timur

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-(HPN)- Pupuk subsidiΒ  Seharusnya Digunakan untuk Kelompok tani sesuai dengan usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK )wilayah setempat ternyata dijadikan lahan bacakan untuk Mendapatkan keuntungan pribadi,

Lampung Timur Noktah tv.id, Pengecer Pupuk Desa itik rendai, Kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur, Selasa 23 Agustus 2022.

NGO (GMC) Generasi Masyarakat Cerdas, Sunaryo menemukan Laporan dari masyarakat Inisial (S)dari Desa Tetangga,Desa Wana berinisial (s) membeli Pupuk dari Desa Itik Rendai Melebihi harga (HET) yaitu pupuk urea harga HET nya.

Baca Juga :  KPU RI Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemilu Serentak Tahun 2024, Dihadiri KPU Lamtim Dan Riswantoni DPR RI

Harga Rp.112.000,- menjadi Rp.135,000 berikut dana mobil, pupuk Phonska harga eceran Rp115.000,- dijual Rp160.000 dan pupuk SP 36 harga eceran Rp.120.000,- menjadi Rp.160.000,- ituΒ  juga harus kan dibeli sepaket yaitu urea Rp.112.000,- menjadi Rp.130.000,- Phonska Rp.115.000,- menjadi Rp.160.000,- SP 36 Rp. 120.000,- menjadi Rp. 160.000,-

Dugaan NGO GMC(Generasi Masyarakat Cerdas) Sunaryo bahwa penjual pupuk dari desa itik rendai ke desa wana desaΒ  tetangga adalah suatu penyimpangan dari RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok tani) kelompok tani desa itik Rendai demi keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Bupati Dawam Rahardjo, Hadiri Sosialisasi Penguatan Peran Masyarakat Dalam Pengawasan

Lantas Generasi Masyarakat Cerdas (NGO GMC) Sunaryo menemui penjual pupuk yaitu yang bernama AstopaΒ  dan iya diam sepatah tidak menjawab dan apa yg di tanya kan oleh LSM sunaryo ter ahir menjawab menerima kebenaranya, merasa bersalah minta di adukan di Aparat penegak Hukum/pengadilan sukadana karna ingin mengetahui nara sumber ber inisial (S),”pungkasnya.

Hingga berita ini di terbit kan belum ada titik terangnya. (TIM-NGO GMC)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum